Obat anti rayap dari limbah ditemukan lagi. Kali
ini limbah briket yang diolah jadi obat anti rayap. Selanjutnya mungkin
akan bermunculan obat anti rayap dari limbah lain. Berikut kami ambil
cuplikan dari sumbernya :
Asap-cair merupakan bahan cair yang
dihasilkan dari pembakaran terkontrol kayu-kayuan atau bagian tanaman
lainnya bersifat antimikrobial. Asap diartikan sebagai suatu suspensi
partikel-partikel padat dan cair dalam medium gas. Produksi asap cair
merupakan hasil pembakaran yang tidak sempurna yang melibatkan reaksi
dekomposisi karena pengaruh panas, polimerisasi, dan kondensasi.
Penggunaan asap cair terutama dikaitkan dengan sifat-sifat fungsional
asap cair, diantaranya adalah sebagai antioksidan, antibakteri,
antijamur.
Anti Rayap berasal dari Asap Cair yang telah
didistilasi selama 4 jam. Kemudian melakukan uji keefektivan pada hasil
distilasi (mula-mula, destilat dan bottom produk). Kesimpulan dari
inovasi produk yang telah dilakukan adalah Komponen asap cair yang
berperan sebagai anti rayap yaitu fenol dan formaldehid yang bersifat
antioksidan. Pada uji analisa anti rayap variabel suhu 3000C lebih
efektif melindungi kayu dari rayap dibandingkan suhu 4000C. Asap cair
dapat digunakan untuk melindungi kayu dari rayap dengan berbagai
perlakuan (mula-mula, destilat dan bottom product).
Berita selengkapnya silahkan baca di sumber : www.digilib.its.ac.id/ITS-Nondegree-3100010041106/13715
SOLUSI TUNTAS ANTI RAYAP & BASMI RAYAP KLIK DI SINI
Tampilkan postingan dengan label antirayap alami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antirayap alami. Tampilkan semua postingan
Minggu, 09 September 2012
Jumat, 07 September 2012
Anti Rayap dihasilkan dari PENGOLAHAN LIMBAH Bungkil Jarak
Terobosan baru lagi, anti rayap bisa dihasilkan dari
pengolahan limbah. Inovasi anti rayap ini dihasilkan dari limbah
bungkil jarak. Yuk, kita Simak penemuan anti rayap dari limbah : BOGOR
(Lampost): Sebuah riset menemukan bahwa limbah sisa pengolahan minyak
tanaman jarak (Jatropha curcas L) bermanfaat sebagai antirayap.
Riset dilakukan mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Reza Ramadhan, belum lama ini.
Penelitian difokuskan pada sisa pengolahan minyak jarak yaitu bungkil jarak. Menurut Reza Ramadhan, rayap merupakan salah satu faktor perusak bangunan, komponen kayu dalam rumah, buku, arsip, dokumentasi, serta beberapa jenis tanaman pertanian atau perkebunan.
Rayap adalah sekelompok serangga yang memiliki kemampuan mencerna selulosa, yaitu produk alam yang banyak terdapat pada kayu, daun, batang, kertas, dan karton.
Untuk mengatasi serangan rayap, manusia berupaya melakukan pengendalian, tapi sebagian besar pengendalian rayap didominasi penggunaan bahan kimia (termitisida).
Pemilihan bungkil jarak berdasarkan hasil penelitian bahwa bungkil yang diperoleh dari hasil pengolahan minyak jarak mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, tapi juga mengandung racun yang cukup kuat. Racun tersebut dapat dalam bentuk risin atau risimin alkaloid.
Risin dan risimin alkaloid termasuk ke dalam senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif merupakan senyawa yang memiliki aktivitas biologis terhadap organisme lain atau pada organisme yang menghasilkan senyawa tersebut. Senyawa bioaktif hampir selalu toksis pada dosis tinggi.
Artinya, tanaman jarak yang selama ini dimanfaatkan bijinya untuk menghasilkan minyak jarak dan bioetanol, maka ampas atau bungkil biji jarak pun bisa dimanfaatlan sebagai antirayap.
sumber: Lampungpost.com/index.php/agrobisnis/19428
SOLUSI TUNTAS ANTI RAYAP & BASMI RAYAP KLIK DI SINI
Riset dilakukan mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Reza Ramadhan, belum lama ini.
Penelitian difokuskan pada sisa pengolahan minyak jarak yaitu bungkil jarak. Menurut Reza Ramadhan, rayap merupakan salah satu faktor perusak bangunan, komponen kayu dalam rumah, buku, arsip, dokumentasi, serta beberapa jenis tanaman pertanian atau perkebunan.
Rayap adalah sekelompok serangga yang memiliki kemampuan mencerna selulosa, yaitu produk alam yang banyak terdapat pada kayu, daun, batang, kertas, dan karton.
Untuk mengatasi serangan rayap, manusia berupaya melakukan pengendalian, tapi sebagian besar pengendalian rayap didominasi penggunaan bahan kimia (termitisida).
Pemilihan bungkil jarak berdasarkan hasil penelitian bahwa bungkil yang diperoleh dari hasil pengolahan minyak jarak mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, tapi juga mengandung racun yang cukup kuat. Racun tersebut dapat dalam bentuk risin atau risimin alkaloid.
Risin dan risimin alkaloid termasuk ke dalam senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif merupakan senyawa yang memiliki aktivitas biologis terhadap organisme lain atau pada organisme yang menghasilkan senyawa tersebut. Senyawa bioaktif hampir selalu toksis pada dosis tinggi.
Artinya, tanaman jarak yang selama ini dimanfaatkan bijinya untuk menghasilkan minyak jarak dan bioetanol, maka ampas atau bungkil biji jarak pun bisa dimanfaatlan sebagai antirayap.
sumber: Lampungpost.com/index.php/agrobisnis/19428
SOLUSI TUNTAS ANTI RAYAP & BASMI RAYAP KLIK DI SINI
Langganan:
Postingan (Atom)